Rebutan kayu ilegal logging
Pantas saja jika upaya pemerintah dalam menghilangkan ilegal logging sulit terwujud. Banyak pihak yang turut dalam upaya tersebut malah terlibat. Sebab, mereka mendapat keuntungan materi dari aktifitas tersebut. Diantaranya polisi, tentara, dan wartawan. “Konspirasi” itu terungkap setelah terjadi perkelahian dua polisi dan dua tentara di wilayah Provinsi Riau.
Kasus menggelikan sekaligus memalukan itu terjadi ketika seorang yang mengaku wartawan tabloid buser, bersama pengurus LSM mendatangi pengusaha kayu dan meminta uang sebesar Rp. 30 juta, untuk “tutup mulut”. Negosiasi itu dilakukan ditengah jalan pada saat kayu sedang diangkut dan dikawal dua polisi. Negosiasi gagal meskipun tawaran uang tutup mulut sudah turun menjadi Rp. 25 juta. Kedua wartawan tersebut juga menggertak kedua polisi yang mengawalnya. Tidak sekedar gertakan yang dilakukan, wartawan kembali mendatangi kedua polisi tersebut ditemani dua tentara.
Dua polisi dan dua tentara terjadi adu mulut berkembang menjadi baku hantam. Perkelahian antara aparat keamanan berbeda kesatuan tersebut terlihat banyak orang. Warga akhirnya melerai perkelahian tersebut. Pada saat yang sama, ada patroli dari polsek yang melintas dan mengamankan yang bersangkutan.
Dari kejadian diatas, betapa ilegal logging banyak peminatnya yang ternyata aparat juga jadi beckingnya. Mungkin juga karena banyak uang yang didapat atau aparat yang gajinya sedikit, atau apa yah... Harusnya para tentara banyak bersyukur karena mereka sudah punya gaji yang besar, menurut saya. Karena jika dibanding kuli pabrik seperti saya pasti jauh lebih besar mereka. Bahkan mereka pasti juga punya tunjangan lain yang tidak seperti rakyat kecil biasa yang harus bayar pajak ini dan itu. Bahkan sampai urusan mencari kerja aja masih dimintai pajak. Orang kerja cari duit, ketika duit sudah didapat ternyata masih diambil paksa oleh negara.
Menurut saya sih, mudah-mudahan aja negara ini segera menjadi negara yang baldatun thoyyibun wa rabbun ghaffur. Jadi itu maksudnya menjadi negara islam yang diatur dengan undang-undang islam/ syareat islam. Karena saat ini rakyat sudah jenuh dengan aturan yang tidak membuat jera para koruptor, pencuri, penjudi, pemabuk, pezina dan seabrek masalah lain yang tidak bisa diatasi oleh hukum manusia.
Lihat aja undang-undang peniggalan penjajah yang masih dipakai dinegeri ini. Betapa bodohnya kita jika penjajah yang menindas kita, harus di pakai undang-undang yang mereka terapkan dulu.
Akhir tulisan mari kita bersama kita pahami kenapa manusia hidup didunia ini. Yang ternyata kita hidup bukan hanya untuk kerja, makan, tidur, seks. Punya keturunan begitu lagi dan lagi. Ini adalah tidak jauh dengan binatang. Untuk itu mari kita pahami tentang beberapa hal :
“Maka apakah kamu mengira, bahwa Sesungguhnya kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?” (QS.23 : 115)
“Dan tidaklah kami menciptakan jin dan manusia kecuali untuk mengabdi kepada-Ku.”(QS. 51 : 56 )
